CHAPTER 1
Aku berdiri di depan papan tanda ini
lagi. Papan Tanda Biasa yg Bertuliskan "Horrorland". Di belakang ku
berdiri 2 Orang yg tak kukenal. Dua gadis Remaja yg Umurnya Limabelas sama
sepertiku. Tidak ada yg kami lakukan disini. Kami hanya menatap satu sama Lain
. Kebingungan akan kemana karna ini hanya papan tanda. Tidak ada bangunan di
dekatnya yg merupakan Horrorland.
Kami Bertiga Mencoba satu Langkah bersamaan. Tiba2 tanah berguncang dan kami masuk ke dalam tanah yg terbelah di kaki kami. Kami terus terjatuh dan terus terjatuh. Diiringi dengan jeritan melengking kami Bertiga
"TIDAAAKKKKKK....," Seketika itu juga aku bangun dari Mimpi Buruk itu. Ini adalah malam ketiga aku memimpikan ini. Ayah bilang ini karna aku gugup.
Aku melirik jam beker dimeja belajarku. sudah pukul 06.43. Ini hari pertamaku Sekolah SMA dan aku terlambat. setidaknya masih ada 17 menit yg tersisa. Sedangkan aku bersiap siap selama 30 menit untuk mandi dan Memakai seragam. Belum lagi aku harus menempuh jarak 5 km. setidaknya aku punya panda sbg kendaraanku.
Namaku Andrea Heatcliff. Aku berumur 15 tahun. jadi ini tahun pertamaku di SMA tapi aku terlambat jadi aku segera Bersiap siap secepet mungkin. Setelah itu aku berlari ke ruang makan untuk mengambil makan siang yg telah disediakan ibu. 2 Potong Sandwich selai kacang kesukaanku.
Ibu dan Ayah Sudah pergi ke kantor Mereka. Ayahku adalah seorang ilmuwan sedangkan ibuku adalah seorang Dokter. Mereka harus berada di Kantor mereka setidaknya pukul 05.00 paling lambat 06.00.
Setelah Mengambil Kotak makan siangku aku segera Naik ke hewan peliharaanku. Seekor Panda yg sudah kumiliki sejak umurku 5 tahun. dia sudah bagai sahabatku. Dia mengantarkanku sekolah dan menjagaku.
"Panda Yap yap" kataku. Kemudian panda segera berlari keluar dari halaman rumah dan berlari di pinggir jalan. Panda sudah tahu tempat sekolahku. Aku pernah mengajaknya kesana saat Mendaftar.
Tiba tiba seseorang yg menggunakan seragam yg sama menyenggol kami dengan sepedanya. Dia tampak terburu buru. Kurasa dia terlambat juga.
"Aku akan Terlambat" teriaknya. Ranselnya tidak di seret sepenuhnya sehingga aku melihat kotak makan siangnya hampir jatuh.
" Panda lebih Cepat " kataku karna takut terlambat. Lagi pula orang itu sudah jauh. aku tak ingin jadi satu satunya yg terlambat.
Beberapa Menit Kemudian aku melihat sepeda tergeletak di tanah. tas ransel dan kotak Makan siang yg sama persis seperti milik orang tadi. Kemudian ada mobil jazz putih dengan supir yg ketakutan . Aku mengikuti arah pandangnya dan melihat 2 org gadis dengan seragam yang sama sepertiku. mereka sedang berkelahi. sepertinya tadi mereka tabrakan. Dari gerakan mereka Kurasa Yg tadi Memakai sepeda adalah aliran Taekwondo. Sedangkan yg satunya yg mempunyai mobil dengan supir paruh baya Adalah Aliran Karate. Ini benar benar keren.
Maksudku sungguh. Aku mengikuti Kung Fu. Ini adalah 3 aliran yg berbeda. kuharap kami bertiga bisa jadi Sahabat. setidaknya teman. Aku terus melamun sampai aku sudah dekat dengan mereka dan telat memerintahkan panda untuk berhenti. Jadi aku berteriak "Awaaasss......,"
Kami Bertiga Mencoba satu Langkah bersamaan. Tiba2 tanah berguncang dan kami masuk ke dalam tanah yg terbelah di kaki kami. Kami terus terjatuh dan terus terjatuh. Diiringi dengan jeritan melengking kami Bertiga
"TIDAAAKKKKKK....," Seketika itu juga aku bangun dari Mimpi Buruk itu. Ini adalah malam ketiga aku memimpikan ini. Ayah bilang ini karna aku gugup.
Aku melirik jam beker dimeja belajarku. sudah pukul 06.43. Ini hari pertamaku Sekolah SMA dan aku terlambat. setidaknya masih ada 17 menit yg tersisa. Sedangkan aku bersiap siap selama 30 menit untuk mandi dan Memakai seragam. Belum lagi aku harus menempuh jarak 5 km. setidaknya aku punya panda sbg kendaraanku.
Namaku Andrea Heatcliff. Aku berumur 15 tahun. jadi ini tahun pertamaku di SMA tapi aku terlambat jadi aku segera Bersiap siap secepet mungkin. Setelah itu aku berlari ke ruang makan untuk mengambil makan siang yg telah disediakan ibu. 2 Potong Sandwich selai kacang kesukaanku.
Ibu dan Ayah Sudah pergi ke kantor Mereka. Ayahku adalah seorang ilmuwan sedangkan ibuku adalah seorang Dokter. Mereka harus berada di Kantor mereka setidaknya pukul 05.00 paling lambat 06.00.
Setelah Mengambil Kotak makan siangku aku segera Naik ke hewan peliharaanku. Seekor Panda yg sudah kumiliki sejak umurku 5 tahun. dia sudah bagai sahabatku. Dia mengantarkanku sekolah dan menjagaku.
"Panda Yap yap" kataku. Kemudian panda segera berlari keluar dari halaman rumah dan berlari di pinggir jalan. Panda sudah tahu tempat sekolahku. Aku pernah mengajaknya kesana saat Mendaftar.
Tiba tiba seseorang yg menggunakan seragam yg sama menyenggol kami dengan sepedanya. Dia tampak terburu buru. Kurasa dia terlambat juga.
"Aku akan Terlambat" teriaknya. Ranselnya tidak di seret sepenuhnya sehingga aku melihat kotak makan siangnya hampir jatuh.
" Panda lebih Cepat " kataku karna takut terlambat. Lagi pula orang itu sudah jauh. aku tak ingin jadi satu satunya yg terlambat.
Beberapa Menit Kemudian aku melihat sepeda tergeletak di tanah. tas ransel dan kotak Makan siang yg sama persis seperti milik orang tadi. Kemudian ada mobil jazz putih dengan supir yg ketakutan . Aku mengikuti arah pandangnya dan melihat 2 org gadis dengan seragam yang sama sepertiku. mereka sedang berkelahi. sepertinya tadi mereka tabrakan. Dari gerakan mereka Kurasa Yg tadi Memakai sepeda adalah aliran Taekwondo. Sedangkan yg satunya yg mempunyai mobil dengan supir paruh baya Adalah Aliran Karate. Ini benar benar keren.
Maksudku sungguh. Aku mengikuti Kung Fu. Ini adalah 3 aliran yg berbeda. kuharap kami bertiga bisa jadi Sahabat. setidaknya teman. Aku terus melamun sampai aku sudah dekat dengan mereka dan telat memerintahkan panda untuk berhenti. Jadi aku berteriak "Awaaasss......,"
Mereka Berdua
Melirikku dan Kamipun bertabrakan.
"Aduh" Pekik kami bersamaan.
Aku memperhatikan mereka kemudian aku terkejut. Mereka bertiga ada dalam mimpiku. Mimpi buruk yg terus menghantuiku.
" Hei kau mau mencara masalah denganku ?" kata yg berambut Coklat Sebahu. Rambutnya berantakn kurasa dia belum sempat merapikannya atau mungkin tertiup angin seperti rambutku.
" Kalian berdua membuat aku terlambat sekolah. Kalian akan kuberi pelajaran" Kata yg Pirang dengan rambut panjang sepinggang.
" Oh tidak" kataku sadar
" Kalau takut jangan cari masalah " Kata sipirang.
" Bukan itu. Kita terlambat " kataku segera naik ke panda lalu berkata "Panda Yap yap"
" Dia benar" kata yg berambut Coklat. Dia segera naik sepedanya tanpa menghiraukan kotak makan siangnya yang tumpah. Sedangkan si rambut pirang segea masuk ke mobilnya.
Kami bertiga berpacu secepat cepatnya menuju sekolah karna kami terlambat. Si rambut coklat memimpin di depan dengan sepedanya yg kencang. Sedangkan aku ditengah. Dan yg pirang harus menunggu karna lalu lintas macet.
Sesampainya disekolah , kami sudah terlambat. Satpam telah menutup gerbang. Si rambut coklat memarkir sepedanya lalu melompat dengan gerakan Taekwondonya. Aku menaruh panda tanpa perlu mengikatnya karna dia takkan kabur. Dan melompat dengan jurus Kung Fu ku. Si rambut coklat telah masuk ke kelas Xa lebih dulu. aku tak tahu dimana kelasku jadi aku membaca Nama nama yg tertera dari kelas Xc sampai ketika aku membaca Xa. Namaku ada diurutan ke 3. yg Pertama adalah Alice Compton dan Yang kedua adalah Amy Marshall. aku tidak tau siapa itu jadi aku segera masuk kedalam.
Guru belum datang jadi aku menghembuskam nafas lega. Deretan Bangku pertama Sudah terisi. Yang kedua kosong 2 kursi. aku segera duduk disana. aku memiih yang dekat dengan tembok dekat pintu. Si rambut coklat duduk di belakangku. Dan sisanya tampak asing. tak ada yg kukenal.
Setelah Pukul 07.55 si Rambut Pirang datang. Dia datang sebelum Guru masuk kelas. Dia duduk di dekatku. Kurasa dia tidak ingin duduk di belakang. Guru masih tidak datang sampai Pukul 09.00. Dia adalah pria paruh baya yg mengajari kami pelajaran Biologi. tidak ada yg bicara sampai waktu keluar main. Aku segera mencari Lokasi katin.
Ketika aku melihat para murid berdatangan ke sebuah lorong aku jadi tau kalau itu adalah kantin. 3 Orang menghadangku Ketika aku akan masuk ke Lorong itu. Mereka semuanya pria. Mereka kelihatannya nakal dan suka mengambil uang jajan orang. Dari ukuran tubuhnya kurasa mereka kelas XII.
" Bos kami lupa membawa uang jajan apa kau keberatan memberinya Pinjaman ?" kata yg kurus tinggi. Kurasa aku bisa menjatuhkannya hanya dengan sekali pukul.
" Apa kau tuli ? atau kau bisu ? " Kata yg pendek Gendut membuat yang lain tertawa. Kurasa aku bisa menjatuhkannya hanya dengan satu pukulan dan dia takkan bangun bangun.
Tanpa pikir panjang aku mencoba menendang yg tinggi kurus tapi dia bisa menangkisnya. dia melempar kakiku lalu memberikan tinju tapi aku bisa menghindar. si gendut menyerangku dengan perutnya sehingga aku terpental ke belakang.
Sikurus dan si gendut meliril bosnya
" Ambil Uangnya lalu tinggalkan dia" kata bossnya menyilangkan tanganny di dada sambil meniup permen karet.
Sikurus berjalan akan menangkapku tapi aku menunduk lalu menyepak kakinya sehingga dia terjatuh. Si Gendut berusaha menyerangku dengan tangannya. dari gayanya kurasa dia mengikuti Aliran Sumo. Dan yang kurus Kapuera. Ketika sikurus sudah bangun aku segera mengambil sikap Kung fu ku. untuk berjaga jaga.
Si gendut Menyerang dengan tangannya tapi aku segera menarik tangannya lalu menendang perutnya. dia terjatuh. lalu bossnya yg membantunya berdiri. Si berusaha menyepak kakiku tapi aku segera lompat dan menendang kepalanya.
" Cukup Sudah " kata bossnya membuang permen karet lalu menendang perutku sebelum aku sempat menangkisnya. aku terpental lalu berguling di tanah. kurasa bossnya ikut Boxer. Dia akan menyerangku lagi. aku segera menutup mata dan berlindung tapi serangan siboss tertunda oleh teriakan 2 gadis.
" Hei " kata si rambut coklat dari kelas Xa yg mengikuti Taekwondo
"Carilah lawan Seimbang" Kata yang berambut Pirang yg mengikuti Karate. Kurasa sekarang mereka berteman.
mereka berdua membantuku berdiri. Siboss bergabung dengan Anak buahnya. kini kami seimbang. 3 lawan 3. Sebelum kami mulai berkelahi mereka bertiga segera pergi.
"Pergilah kau dasar pengecut" teriak sipirang.
Tiba tibalonceng berbunyi. Kurasa karna itu mereka pergi. bukan karna mereka takut.
"Terima Kasih" kataku pada mereka. " Sekarang kalian berteman ?" tanyaku.
" Ya. kurasa begitu. " Kata yg berambut Coklat " Amy membantuku melawan para perampok yg ingin menodongku tadi"
" Bukankah kau bisa taekwondo ?" tanyaku mengikuti mereka ke kelas.
" Memang tapi jumlah mereka ada lima. dan semuanya adalah aliran judo. Aku tak tahu cara menghadapinya. lalu amy membantuku"
"Jadi namamu Amy ?" tanyaku pada si pirang ketika kami sudah berada di kelas.
" Amy Marshall" dia mengoreksi " Dan ini Alice Compton. Kau ?"
Aku rasa aku pernah mendengar atau mungkin membaca nama nama itu tapi aku lupa dimana.
" Aku Andrea Heatcliff" kataku tak mau membuat mereka menunggu.
Sebelum kami sempat melanjutkan obrolan kami Guru bahasa inggris kami datang. Kami segera fokus ke pelajaran. Sampai jam pulang sekolah.Kami bertiga jalan keluar gerbang. Aku mencari pandaku tapi tak ada.
"Ada yg salah ? " Tanya amy. Alice segera turun dari sepedanya lalu menghampiri kami.
" Pandaku tak da disini " kataku murung
" Aku tak pernah melihat panda" kata alice.
" Aku melihatnya. Andrea menggunakannya sbg kendaraan untuk kesini" Kata amy.
" Kurasa Satpam itu mengetahuinya. Mari kita tanya" Saran Alice. Kami segera menghampiri penjaga gerbang.
"Permisi pak, apa kau melihat seekor panda ?" tanyaku.
Satpam itu hanya menggeleng. Kemudian amy menyodorkan Beberapa lembar uang. Satpam itu segera mengambil uang lalu menunjuk ke belakang sekolah.
Kami segera kesana. Yg ada hanya hutan bambu. tak ada Panda. tapi aku segera sadar pasti panda sedang mencari makan.
" Kurasa Panda sedang makan. Kalian bisa pulang duluan. aku akan menyusul " Kataku tak enak membuat mereka menungguku.
"Ayolah Andrea kita ini teman " kata Alice. Amy mengangguk.
" Terima kasih teman teman. " kataku.
Kami segera masuk ke dalam hutan bambu sambil meneriakkan kata "Panda" Tapi Kami tak menemukannya. Semakin lama kami semakin masuk kedalam hutan. Kemudian kami melihat pondok tua yg kecil. Aku melihat panda diikat disana.
" Hei, itu Panda " kataku menunjuk pondok tua itu. Amy dan Alice segera melihat.
" Ayo kita bebaskan dia" kata Amy. Panda bersorak sorai gembira ala panda ketika dia melihat kami. Tiba tiba keluar nenek tua dengan pisau ditangannya.
" Kenapa ribut ribut panda ? Saatnya menemui Ajalmu" katanya kemudian terkejut melihat kami bertiga.
" Siapa kalian ?"
" Kau tak perlu tau siapa kami . tapi itu pandaku " Kataku.
" Jadi ini milikmu ? tidak lagi. Dia adalah makan malamku" Kata Nenek itu mengayunkan pisaunya.
" Serahkan panda itu atau kau terima akibatnya " Kata Alice. Kami bertiga segera mengambil sikap Aliran kami.
"Kau bisa bela diri ?" tanya Amy
" Ya aku ikut Kung Fu" kataku
" Mari berpesta" kata Alice segera menerjang maju. Lalu menyerang dengan kakinya. Kaki alice mengenai pisau si Nenek sehingga pisau itu terpental ke atas lalu menancap di hadapan kaki si nenek.
" Kesalahan Besar" Kata si Nenek mengambil pisaunya. Pisaunya segera Berubah Menjadi tongkat sihir. " Dengan kekuatan tongkat ini. Kukutuk kau Pergi Ketempat mimpi terburukmu "
Sebelum sihirnya mengenai kami , Panda menerjang dari samping kanan si nenek sehingga sihirnya mengenai pohon di samping kiri si nenek. Setelah itu panda berlari ke arahku.
Si nenek menggeram lalu segera mengayunkan tongkatnya lagi sebelum kami lari. Aku, Alice, Amy dan Panda terkena Sihir itu dan Kini Kami terkena Kutukan itu. Kami Menghilang dari dunia nyata dan pergi ke Mimpi Burukku.
"Aduh" Pekik kami bersamaan.
Aku memperhatikan mereka kemudian aku terkejut. Mereka bertiga ada dalam mimpiku. Mimpi buruk yg terus menghantuiku.
" Hei kau mau mencara masalah denganku ?" kata yg berambut Coklat Sebahu. Rambutnya berantakn kurasa dia belum sempat merapikannya atau mungkin tertiup angin seperti rambutku.
" Kalian berdua membuat aku terlambat sekolah. Kalian akan kuberi pelajaran" Kata yg Pirang dengan rambut panjang sepinggang.
" Oh tidak" kataku sadar
" Kalau takut jangan cari masalah " Kata sipirang.
" Bukan itu. Kita terlambat " kataku segera naik ke panda lalu berkata "Panda Yap yap"
" Dia benar" kata yg berambut Coklat. Dia segera naik sepedanya tanpa menghiraukan kotak makan siangnya yang tumpah. Sedangkan si rambut pirang segea masuk ke mobilnya.
Kami bertiga berpacu secepat cepatnya menuju sekolah karna kami terlambat. Si rambut coklat memimpin di depan dengan sepedanya yg kencang. Sedangkan aku ditengah. Dan yg pirang harus menunggu karna lalu lintas macet.
Sesampainya disekolah , kami sudah terlambat. Satpam telah menutup gerbang. Si rambut coklat memarkir sepedanya lalu melompat dengan gerakan Taekwondonya. Aku menaruh panda tanpa perlu mengikatnya karna dia takkan kabur. Dan melompat dengan jurus Kung Fu ku. Si rambut coklat telah masuk ke kelas Xa lebih dulu. aku tak tahu dimana kelasku jadi aku membaca Nama nama yg tertera dari kelas Xc sampai ketika aku membaca Xa. Namaku ada diurutan ke 3. yg Pertama adalah Alice Compton dan Yang kedua adalah Amy Marshall. aku tidak tau siapa itu jadi aku segera masuk kedalam.
Guru belum datang jadi aku menghembuskam nafas lega. Deretan Bangku pertama Sudah terisi. Yang kedua kosong 2 kursi. aku segera duduk disana. aku memiih yang dekat dengan tembok dekat pintu. Si rambut coklat duduk di belakangku. Dan sisanya tampak asing. tak ada yg kukenal.
Setelah Pukul 07.55 si Rambut Pirang datang. Dia datang sebelum Guru masuk kelas. Dia duduk di dekatku. Kurasa dia tidak ingin duduk di belakang. Guru masih tidak datang sampai Pukul 09.00. Dia adalah pria paruh baya yg mengajari kami pelajaran Biologi. tidak ada yg bicara sampai waktu keluar main. Aku segera mencari Lokasi katin.
Ketika aku melihat para murid berdatangan ke sebuah lorong aku jadi tau kalau itu adalah kantin. 3 Orang menghadangku Ketika aku akan masuk ke Lorong itu. Mereka semuanya pria. Mereka kelihatannya nakal dan suka mengambil uang jajan orang. Dari ukuran tubuhnya kurasa mereka kelas XII.
" Bos kami lupa membawa uang jajan apa kau keberatan memberinya Pinjaman ?" kata yg kurus tinggi. Kurasa aku bisa menjatuhkannya hanya dengan sekali pukul.
" Apa kau tuli ? atau kau bisu ? " Kata yg pendek Gendut membuat yang lain tertawa. Kurasa aku bisa menjatuhkannya hanya dengan satu pukulan dan dia takkan bangun bangun.
Tanpa pikir panjang aku mencoba menendang yg tinggi kurus tapi dia bisa menangkisnya. dia melempar kakiku lalu memberikan tinju tapi aku bisa menghindar. si gendut menyerangku dengan perutnya sehingga aku terpental ke belakang.
Sikurus dan si gendut meliril bosnya
" Ambil Uangnya lalu tinggalkan dia" kata bossnya menyilangkan tanganny di dada sambil meniup permen karet.
Sikurus berjalan akan menangkapku tapi aku menunduk lalu menyepak kakinya sehingga dia terjatuh. Si Gendut berusaha menyerangku dengan tangannya. dari gayanya kurasa dia mengikuti Aliran Sumo. Dan yang kurus Kapuera. Ketika sikurus sudah bangun aku segera mengambil sikap Kung fu ku. untuk berjaga jaga.
Si gendut Menyerang dengan tangannya tapi aku segera menarik tangannya lalu menendang perutnya. dia terjatuh. lalu bossnya yg membantunya berdiri. Si berusaha menyepak kakiku tapi aku segera lompat dan menendang kepalanya.
" Cukup Sudah " kata bossnya membuang permen karet lalu menendang perutku sebelum aku sempat menangkisnya. aku terpental lalu berguling di tanah. kurasa bossnya ikut Boxer. Dia akan menyerangku lagi. aku segera menutup mata dan berlindung tapi serangan siboss tertunda oleh teriakan 2 gadis.
" Hei " kata si rambut coklat dari kelas Xa yg mengikuti Taekwondo
"Carilah lawan Seimbang" Kata yang berambut Pirang yg mengikuti Karate. Kurasa sekarang mereka berteman.
mereka berdua membantuku berdiri. Siboss bergabung dengan Anak buahnya. kini kami seimbang. 3 lawan 3. Sebelum kami mulai berkelahi mereka bertiga segera pergi.
"Pergilah kau dasar pengecut" teriak sipirang.
Tiba tibalonceng berbunyi. Kurasa karna itu mereka pergi. bukan karna mereka takut.
"Terima Kasih" kataku pada mereka. " Sekarang kalian berteman ?" tanyaku.
" Ya. kurasa begitu. " Kata yg berambut Coklat " Amy membantuku melawan para perampok yg ingin menodongku tadi"
" Bukankah kau bisa taekwondo ?" tanyaku mengikuti mereka ke kelas.
" Memang tapi jumlah mereka ada lima. dan semuanya adalah aliran judo. Aku tak tahu cara menghadapinya. lalu amy membantuku"
"Jadi namamu Amy ?" tanyaku pada si pirang ketika kami sudah berada di kelas.
" Amy Marshall" dia mengoreksi " Dan ini Alice Compton. Kau ?"
Aku rasa aku pernah mendengar atau mungkin membaca nama nama itu tapi aku lupa dimana.
" Aku Andrea Heatcliff" kataku tak mau membuat mereka menunggu.
Sebelum kami sempat melanjutkan obrolan kami Guru bahasa inggris kami datang. Kami segera fokus ke pelajaran. Sampai jam pulang sekolah.Kami bertiga jalan keluar gerbang. Aku mencari pandaku tapi tak ada.
"Ada yg salah ? " Tanya amy. Alice segera turun dari sepedanya lalu menghampiri kami.
" Pandaku tak da disini " kataku murung
" Aku tak pernah melihat panda" kata alice.
" Aku melihatnya. Andrea menggunakannya sbg kendaraan untuk kesini" Kata amy.
" Kurasa Satpam itu mengetahuinya. Mari kita tanya" Saran Alice. Kami segera menghampiri penjaga gerbang.
"Permisi pak, apa kau melihat seekor panda ?" tanyaku.
Satpam itu hanya menggeleng. Kemudian amy menyodorkan Beberapa lembar uang. Satpam itu segera mengambil uang lalu menunjuk ke belakang sekolah.
Kami segera kesana. Yg ada hanya hutan bambu. tak ada Panda. tapi aku segera sadar pasti panda sedang mencari makan.
" Kurasa Panda sedang makan. Kalian bisa pulang duluan. aku akan menyusul " Kataku tak enak membuat mereka menungguku.
"Ayolah Andrea kita ini teman " kata Alice. Amy mengangguk.
" Terima kasih teman teman. " kataku.
Kami segera masuk ke dalam hutan bambu sambil meneriakkan kata "Panda" Tapi Kami tak menemukannya. Semakin lama kami semakin masuk kedalam hutan. Kemudian kami melihat pondok tua yg kecil. Aku melihat panda diikat disana.
" Hei, itu Panda " kataku menunjuk pondok tua itu. Amy dan Alice segera melihat.
" Ayo kita bebaskan dia" kata Amy. Panda bersorak sorai gembira ala panda ketika dia melihat kami. Tiba tiba keluar nenek tua dengan pisau ditangannya.
" Kenapa ribut ribut panda ? Saatnya menemui Ajalmu" katanya kemudian terkejut melihat kami bertiga.
" Siapa kalian ?"
" Kau tak perlu tau siapa kami . tapi itu pandaku " Kataku.
" Jadi ini milikmu ? tidak lagi. Dia adalah makan malamku" Kata Nenek itu mengayunkan pisaunya.
" Serahkan panda itu atau kau terima akibatnya " Kata Alice. Kami bertiga segera mengambil sikap Aliran kami.
"Kau bisa bela diri ?" tanya Amy
" Ya aku ikut Kung Fu" kataku
" Mari berpesta" kata Alice segera menerjang maju. Lalu menyerang dengan kakinya. Kaki alice mengenai pisau si Nenek sehingga pisau itu terpental ke atas lalu menancap di hadapan kaki si nenek.
" Kesalahan Besar" Kata si Nenek mengambil pisaunya. Pisaunya segera Berubah Menjadi tongkat sihir. " Dengan kekuatan tongkat ini. Kukutuk kau Pergi Ketempat mimpi terburukmu "
Sebelum sihirnya mengenai kami , Panda menerjang dari samping kanan si nenek sehingga sihirnya mengenai pohon di samping kiri si nenek. Setelah itu panda berlari ke arahku.
Si nenek menggeram lalu segera mengayunkan tongkatnya lagi sebelum kami lari. Aku, Alice, Amy dan Panda terkena Sihir itu dan Kini Kami terkena Kutukan itu. Kami Menghilang dari dunia nyata dan pergi ke Mimpi Burukku.
No comments :
Post a Comment
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ